Total Tayangan Halaman

Minggu, 24 Agustus 2014

Kau berikan aku mimpi

Kau tawarkan kepadaku manisnya asmara
lalu kau peluk tubuh ini yang penuh dengan luka
Symphoni Rindupun kau hembuskan ditelinga
Kuterbuai terbang bersama khayal yang tiadatara

    Bunga ditaman merekah tampakan keindahan
    Kicau burung kecil merdu hinggap di dahan
    Melambungkan angan yang tak tertahan
    Melantunkan kata kata punuh desahan

Tinggi ku terbang melebihi gunung
Terbang bersama awan yang membumbung
Bersama khayal yang kau berikan tak terbendung
Sampai kuterbangun lagi dari mimpi yang tak tanggung

Rabu, 20 Agustus 2014

Pelangiku


Pelangi dimatamu memang indah
Kilauan senyummu pun slalu menggugah
sibakan rambutmu buatku gundah
seakan tak mau lepas pandanganku wala berdarah

Akankah pelangi itu selalu dimatamu
yang kan temani hari hariku
bilakah semua kan berlalu
kuharapkan temaniku selalu pelukan rindumu

Coba lupakan NUR


Kucoba berjalan dengan tapak penuh darah
selangkah demi selangkah kupaksakan 
tajamnya kerikil tak kuhiraukan 
Peluh meluruh seluruh tubuh yang tanpa arah

Sepoy angin seka keringat yang luruh
seakan kicau burung menghibur hati yang runtuh
dendam kan kebahagian kian memuncak disekujur tubuh
sambil menerawang ingatanku kebelakang yg keruh

Pelangi dilangit tak tampak lagi menghiasi
dedaunanpun bertebaran ditepian sepi
keringnya udara sekering kelunya hati
yang kian terjatuh makin dalam dipalung tak berisi

Terpuruk

Digunung aku berdiri mendongak keatas
Teriakku pada sang jagad yang meretas
kepal tanganku solah ingin menghancurkan yang getas
tak terkira sakitnya yang semakin sakit tak terberantas

Pelangi yang kukira indah berbalik dan acuh lagi
Merapal mulutku lalu kuteriaki sekuat tenaga
tercabik lagi dada ini semakin menganga
tersiram cuka kebinasaan dari hati yang terbagi

Tuhan , beginikah yang harus kurasakan
terjerembab kubangkit lalu tersungkur
teriaku pada sang petaka yang mendengkur
seolah tak mau tau penderitaan yang kurasakan

Selasa, 12 Agustus 2014

Mencobaku

Tak perlu bagiku senyumu temaniku lagi
Tak gunanya lagi pelukmu hangatkanku lagi
Biar saja senyummu menjauhiku
Kulepaskan saja bila memang kau mau itu

Ranting daunpun biarkan daun berjatuhan
Awanpun melepaskan hujan
Biar hanya lautan yang membendung perasaan
Bila tak kuat dia kan tetap bertahan

Lentik jarimu yang tertinggal dihati tlah kulupa
Senyum manismu yang erat memeluk sepi kan ku sirna
Biar hanya hujan yang runtuhkan ingatan
Biar gelegar petir yang hancurkan kerinduan


Agts 11 2014

Bukan kamu tapi Aku

Dialah yang mungkin ada dibenak
bersemayam dalam palung hati 
lukisan sang dewi impian tak terelak
kala senja mulai beranjak

Kuikuti saja dia kemana
larinya ke laut entah berantah
kuikuti saja dia kemana
larinya ke gunung aku mulai lelah

Malam kian larut
dinginnya membekukan khayalku yang melayang
seakan asa mulai surut
untuk sekedar menyapa apalagi menyayang


Agts 10 2014

hanya bayangmu

Mencintaimu adalah hal terindah 
Melupakanmu adalah keterpaksaan yang ada
karna tak mungkin tuk memilikimu
kau bagai mawar ditengah belukar berduri
Indah namun tak dapat kusentuh
Elok namun tak mungkin ku miliki

Agts 9 2014