Total Tayangan Halaman

Senin, 30 Januari 2012

Mahadewi


















Tak kumengerti knapa
Setiap kucoba melangkah dengan segenap jiwa
Setiap kucoba menatapi khayalanku
Setiap tanganku coba tuk raih asaku
saat itulah kau dekap aku
saat itulah kau raih tanganku tuk terus berlari

terkadang buih ombak kacaukan keseimbanganku
kadang angin beliung buyarkan mimpiku

tapi kau tetap dampingiku
tapi kau tetap peluk aku dalam hangatmu

ku tau kan banyak lagi yang kan menghadang jalan
ku tau masih banyak aral rintangan di depan sana

tetapi senyummu buat jantungku berdegup lebih keras
tetapi perlakuanmu buat aku selalu nyaman

Bilakah ada yang lebih bahagia, bandingkan ku
Bila ada yang tersenyum lebar, lihat aku
Bila didunia ini ada yang lebih nyaman, tengoklah aku

Aku punya kamu
aku miliki mu

Tak terpikirkan bila kau jauh
Tak terpikirkan bila kau sedih
tak terpikirkan dan terbayangkan bila harus jauh darimu

Duhai mahadewiku,
Bersinarlah dalam malamku
Terangilah kalbuku yang gelap

Duhai Istri yang ku nikahi
Aku bersedia mati untukmu
Aku bersedia lakukan apapun tuk lihat senyummu
tuk buat kau terus disampingku
Terimakasih Alloh...
kau kembalikan tulang rusukku yang hilang satu
kau satukan belahan jiwaku yang lama hilang

terimakasih cintaku, bidadariku, Istriku

wawan
14:30

Do'a Rabithah (perekat Hati)

Ya Alloh,
sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa hati2x kami telah berkumpul karena cinta-Mu
bertemu karena ketaatan pada-Mu
bersatu karena dakwah-Mu
maka, kuatkanlah ya Alloh ikatan ini
kekalkanlah cinta ini
berilah petunjuk atasnya
dan penuhilah ia dengan cahaya-Mu yang tidak pernah padam.
Lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman kepada-Mu
indanya tawakal kepada-Mu.
Dan hidupkanlah dengan pengetahuan dari sisi-Mu
dan matikanlah ia dalam keadaan mati syahid di jalan-Mu.
Sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baiknya penolong.
Dan semoga shalawat serta salam selalu tercurahkan kepada Muhammad. SAW, kepada keluarga, dan kepada semua sahabatnya.

Endapan

Kutahu aku tak sekuat harimau , tuk bisa menjaga mu
Aku menyadari semua upayaku memang belum kurasakan cukup untukmu dan buah hati

kurasakan kaki ini tlah jauh melangkah
Kurasakan mata ini tlah jauh memandang
Tuk memberikan secercah sinar senyuman di bibirmu

Namun knapa jiwa ini seperti terlepas dari raga kala..
kulihat kau sering termenung
kulihat seperti ada yang kurang dari yang kulakukan

Endapan rasa ingin kutuangkan dan ku bagi denganmu
namun kelu lidah ini selalu menjadi penghalang
di secarik kertas ku tuliskan namun tangan ku tak sanggup

Ku Ingin hanya
     melihatmu selalu tersenyum
     melihatmu bahagia membesarkan anak - anakku
     melihatmu menjadi tua bersamaku

Mantan

Mungkin karena aku yang memang tak pernah mau perduli
Karena ku tau, sedikit sekali kesempatan dalam kemungkinan itu
langkah-demi langkah kupertaruhkan tuk mendekati lagi
Kalau saja ada sedikit celah untuk kumasuki

  Terkadang aku sulit untuk wujudkan mimpi2x
  Tapi terkadang mimpi itu datang sendiri dihadapanku
  Misteri yang hanya Dia yang tahu
  KeGhaiban  yang memang selalu ada namun tak ada

Tatihnya kaki menuju wujudnya angan tak semudah aku menelan air
walau kukepakkan sekencang  halilintar sayap yang aku sendiri tak memilikinya

Tengadah sajalah kepalaku menanti datangnya rintik hujan
walau kutahu hujan tak mungkin turun dikemarau

  Enggan tangan ini tuk memeluk hasrat
  Hanya sejengkal jauhnya dari hadapku
  Bimbang rangkul aku dari belakang

Tengadah sajalah kepalaku menanti datangnya rintik hujan
walau kutahu hujan tak mungkin turun dikemarau

HariKU

Dear day,
Hari yang kulalui begitu menyita khayalku
Renungku tak mampu redam itu semua
Kepakkupun  tak menjauhkan ku dari keegoisanku
Walau kupikir terjangan ombak menggebu tlah jauh

Dear Day,
Keegoisanku tak kunjung redam, walau dengan wajah yang penuh senyum
Amarahku tuk mengalahkan ,  bagai menjadi pesaingku
musuh kutambah tanpa sadar

Bersimpuh sajalah...

Sabtu, 28 Januari 2012

kerinduan

Berjalan di tengah belantara kesunyian
Bertudung caping kerinduan
Tak perduli badan tersiram hujan
Bara dihati tetap pada sebuah penantian  
   Bak Lentera ditengah gulita senyummu nan ayu  
   Memberikan sinaran pada jalanku yang penuh batu  
   Pancaran itu tak meredup walau angin berhembus syhadu  
   Perlahan namun pasti kau dekati asaku yang tinggal satu  
Terawang kala kau disisiku tersenyum penuh kemanjaan
memelukku dengan dekapan hangat seakan tak ingin jauh dariku
Sesekali bealian lembut kuberikan pada rambutmu nan terurai panjang
dan kukcecup pipimu penuh rasa sayang

Pada satu ketika

Tutur terucap manis membuai
Sapaan terasa lembut menggoda
Belaimu seakan mengajakku terbang menggapai
Diri rasa hampa kau tak ada
  Candamu buat ku mrasa tentram
  Sayangmu membuatku tenggelam
  Pelukmu seakan terbangkanku ke awan
  Senyummu getarkanku taksadarkan
Kini kurasa hangat menyelimuti
Walau kadang trasa dingin tak tertahan
Kuingin slamanya kita merajut hati
Walau terpaan ombak kadang menerpa tak tertahan

Rasaku Padamu

Demi kesempurnaan sore nan menawan
Kukukuhkan Cintaku yang memang ada satu
Mungkin juga demi Kemasyuran sang mentari yang tak tertutup awan
Kubenamkan rasa yang tinggal satu

Kelopak mawar kan mengembang dan layu
Jingga matahari memang sempurna tapi kan sayu
Walu cuma satu cintaku tak lekang oleh ganasnya waktu

Duhai penjerat hati dambaan jiwa
Kiranya tau hatimu tuk sedikit toleh aku
Setampak saja kau hadiri beku jiwa Kan terasa hangat dan tentramnya hatiku

Sejumput harapan dihati untuk bersama
Tak mungkin kusirnakan sekejap saja
Kupelihara rasa yang mungkin hanya satu
Karena cinta yang kutau hanya untukmu

Senyuman yang Menawan

Awan gelap di kesunyian malam yang tiada kawan
Langit terasa menghakimi kesedndirianku yang tertawan
Sementara renunganku terbang ke awan
Mencari senyuman kemarin yang sangat menawan
Kecup rindu semakin tak menahan 
    Dalam rantai galau yang selalu ingin dilawan
    Smoga senyuman itu tak lari dan menjadi lawan
    Ku rindu sunggingan senyummu yang mebuat hatiku melambung ke awan