Pernah bunga itu mengembang indah
Merah menyala dihiasi mahkota nan megah
Berkelopak jingga yang dibasahi dinginnya embun
Walau Duri diTangkainya tajam, namun kau tetap Anggun
Jentik jemari lentikmu lembut membelai dadaku
Senyum manis itu terangkai anggun penuhi rasaku
Kerlikmu Damaikan gundah hati ini
Kaulah bidadari yang mampu hancurkan karang dihati
Gelombang pasang dilautan, mampu hancurkan karang
Taufan badai, mampu goyahkan kokohnya jembatan yang melintang
Petir menggelegar mampu hancurkan pohon sampai tak berbatang
Tapi Cintamu, mampu Hancurkan bumi ini, dan buatku merasa tertantang
Kini kelopaknya tlah berjatuhan satu demi satu
Mahkotanya runtuh bak runtuhnya gunung es yang membatu
Batannyapun kini mulai layu
Cintamu pun tlah lama Berlalu
Semoga isi blog ini dapat menambah Cinta kita terhadap Sesama dan Kepada Sang Pencipta sekiranya tidak keberatan saya berharap anda meninggalkan tanda Anda pernah kunjungi blog ini
Total Tayangan Halaman
Rabu, 22 Februari 2012
Sabtu, 18 Februari 2012
Dibawah LindunganMU
Disiniku diam menutup indera ku
Menghilangkan kesempatan yang mungkin dapat kudengar, kulihat dan kurasakan
Mengungkung diri dalam tempurung aturan
Menindas rasa bebas ku
Kuhamparkan Sajadah lusuhku dengan niatan keIkhlasan
Dengan bermodal untaian kata yang semalam kurangkai tanpa alasan
Ditemani air mata yang selalu basahi alas Sujud
Rapalan kata yang kutahu Didengar tanpa harus sibuk kapan kan terwujud
Dibawah SinggasanaMU yang agung ku menangis
Dibalik Jubah KuasaMU nan Elok ku berlindung
Tuhan Semesta Alam, Tangisku yang semalam ...Pedulikanlah
Tuhan Pemilik Jiwa, kumohon Lindungi kami dengan AgungMu
Berikanlah pada kami satu Gelombang di samudera luasMu
Untuk kujadikan Penyemangat batin yang memupus
Berikanlah Dingin salju di kutub MU
kan kujadikan Penyejuk jiwa yang terbungkus
Berikanlah Setitik sinar MatahariMU
yang kan kujadikan Pematik disetiap langkahku
Berikan kami IkhlasMU, untuk kujadikan TUJUAN HIDUPKU
Menghilangkan kesempatan yang mungkin dapat kudengar, kulihat dan kurasakan
Mengungkung diri dalam tempurung aturan
Menindas rasa bebas ku
Kuhamparkan Sajadah lusuhku dengan niatan keIkhlasan
Dengan bermodal untaian kata yang semalam kurangkai tanpa alasan
Ditemani air mata yang selalu basahi alas Sujud
Rapalan kata yang kutahu Didengar tanpa harus sibuk kapan kan terwujud
Dibawah SinggasanaMU yang agung ku menangis
Dibalik Jubah KuasaMU nan Elok ku berlindung
Tuhan Semesta Alam, Tangisku yang semalam ...Pedulikanlah
Tuhan Pemilik Jiwa, kumohon Lindungi kami dengan AgungMu
Berikanlah pada kami satu Gelombang di samudera luasMu
Untuk kujadikan Penyemangat batin yang memupus
Berikanlah Dingin salju di kutub MU
kan kujadikan Penyejuk jiwa yang terbungkus
Berikanlah Setitik sinar MatahariMU
yang kan kujadikan Pematik disetiap langkahku
Berikan kami IkhlasMU, untuk kujadikan TUJUAN HIDUPKU
Embun Pagiku
Semoga embun pagi esok kan legakan kerongkongan hatiku yang dahaga
Banganku akan sejuknya terasa sudah menembus kelamnya jelaga
Seakan tlah sampai dan mengalir diseluruh tubuh yang terus terjaga
Basah sudah walaupun masih esok ia kan datang berlaga
Dipucuk rumput yang hijau beningnya sejukan dada
tak terasa badai yang kemarin melanda
akankah ia datang bersama puisi sang pujangga
yang akan membuat hatiku slalu dalam suasana bahagia
Kamis, 02 Februari 2012
xix
Biar kubuai malammu yg sendiri dgn untaian kata
Biar syahdu kau rasakan peluk khayalku
Biar sendirimu menjadi indah seindah senyummu
Wahai bidadari, terbanglah walau sayapmu tlah patah
Terbanglah bersama Cintaku
Langganan:
Postingan (Atom)