AYAH
Sawah yang telah kau nikmati hasilnya
Aku baru membajaknya
Buku yang kau telah baca
Aku baru halaman 1
Istana yang telah kau diami sebagai kerajaanmu
Aku baru membuat pondasinya
Ayah sungguhpun perih jalanmu menuju itu semua
Aku baru selangkah
Ayah, bernanahnya matamu karena tangis untuk bahagiaku
Aku baru mulai rasakan
Walau Peluhmu tak lagi darah
Kakimu tak lagi perih untuk melangkah
Aku yakin kau membantuku untuk telusuri jalan ini
meski rambutmu tak hitam lagi
meski penyakit yang menggrogoti tubuhmu terus menjalar
Aku yakin kau selalu mendoakanku agar dapat hancurkan aral
Ayah do'a mu didalam darahku membakar semangat untuk tetap berdiri
Aku cinta kau tanpa harus kuucapkan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar