Total Tayangan Halaman

Rabu, 20 Agustus 2014

Coba lupakan NUR


Kucoba berjalan dengan tapak penuh darah
selangkah demi selangkah kupaksakan 
tajamnya kerikil tak kuhiraukan 
Peluh meluruh seluruh tubuh yang tanpa arah

Sepoy angin seka keringat yang luruh
seakan kicau burung menghibur hati yang runtuh
dendam kan kebahagian kian memuncak disekujur tubuh
sambil menerawang ingatanku kebelakang yg keruh

Pelangi dilangit tak tampak lagi menghiasi
dedaunanpun bertebaran ditepian sepi
keringnya udara sekering kelunya hati
yang kian terjatuh makin dalam dipalung tak berisi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar